Transformasi Tari Badaya Dalam Wayang Ajen

Artikel oleh Lilis Sumiati, Prodi Seni Tari STSI Bandung

Kata kunci: Tari Badaya, Wayang Ajen, Transformasi

Sumber pengambilan dokumen: J 2014 MAK II

Relasi:

Dibuat: 29 Desember 2016

Abstraksi

Tari Badaya merupakan repetoar tari dalam genre tari Wayang yang menjadi titik perhatian agen dalam memenuhi sistem pertunjukan Wayang Ajen. Untuk mengejar sistem yang dirancang diperlukan kedinamisan dari laku kreatif guna menciptakan ruang transformasi sebagai salah satu perangkat mempertahankan tari tradisi agar tetap lestari. Stabilitas struktur dalam ranah transformasi tak terelakan dari terciptanya perubahan. Fenomena ini menjadi daya tarik untuk dianalisis agar mendapatkan temuan mengenai sejauh mana perlakuan kreatif agen dalam mentransformasi tari Badaya yang disesuaikan dengan sistem pertunjukan Wayang Ajen. Untuk menganalisis perubahan struktur tari Badaya pada ranah transformasi akan dibedah menurut akan dibedah menurut cara pandang Giddens yang terbatas pada tindakan para agen untuk memodifikasi struktur yang ada sebelumnya. Ranah kajian transformasi tari Badaya ini akan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deduktif.


Badaya dance is the repetoire of Wayang dance genre that became the focal point of an agent to meet the system of Wayang Ajen show. To pursue the designted system, the dynamism of creative behavior is necessary to create transformation space as one of the devices to maintain a traditional dance in order to remain sustainable. The stability of the structure in the realm of the inevatible transformation of the creation of the change. This phenomenon has become an attraction to be analyzed in order to obtain findings regarding the extent to which the creative treatment agen in transforming dance Badaya costumized with Wayang Ajen System. To analyze the structuralchange in the realm of Badaya dance transformations will be discussed accordng to Giddens perspective whiich is limited on the actions of the agents to modify the exixting structure. The realm of dance Badaya study this transformstion will be use qualitative methods are deuctive.

Hak Cipta

Copyright 2016 Institut Seni Budaya Indonesia - Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

#