Bentuk dan Konsep Estetik Musik Tradisional Bali

Artikel oleh I Gede Arya Sugiarta, ISBI Bandung

Kata kunci: musik tradisonal bali, bentuk dan konsep estetik

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN I

Relasi:

Dibuat: 25 Februari 2019

Abstraksi

penelitian ini mengkaji dua elemen penting dalam musik tradisional Bali,yaitu bentuk-bentuk dan konsep-konsep estetiknya. bentuk dan konsep estetik akan memberikan identitas sebuah aktualitas musik sehingga dapat dibedakan dari yang lainnya. selain itu melalui bentuk-bentuk dan konsep-konsep estetik musik musik tertentu,kita dapat menegenal dan membaca unsur-unsur penting dari kebudayaan masyarakat dan pemiliknya. musik tradisonal bali memiliki dua bentuk, yaitu arsitektonikl yang sifatnya intelektualistik atau absolut dan simbolik yang sifatnya instigtif atau relatif. Kedua bentuk ini dapat dicermati dari lima hal, yaitu sumber bunyi -instrumentasi-, musikalitas, ekspresi musikal, dan tata penyajian. Konsep keindahan musik tradisional Bali dapat diamati secara ilmiawi -science- yaitu menilai keindahan dengan perhitungan logis melalui standar-standar estetik yang telah ada dan melalui unsur filsafat tentang keindahan menyangkut berbagai wawasan keindahan yang dipersepsi oleh manusia. Memahami bentuk dan konsep-konsep estetik adalah awal yang sangat baik dan akan menuntun seseorang yang ingin belajar tentang musik tradisional bali. Untuk mengkaji bentuk dan konsep-konsep tersebut menggunakan teori bentuk estetis dengan metode kualitatif yang dibantu oleh data kualitatif. Hasil kajian ini menunjukan bahwa konsep estetik musik tradisional bali dapat diamati yaitu adanya dua kekuatan oposisi yang mesti dipadukan untuk memenuhi unsur keindahan, seperti misalnya konsep lanang-wadon, polos-sangsih, pengumbang-pengisep, pesu-mulih, dan mebasang-metundun -asimetric balance- yaitu keseimbangan yang tidak simetris, namun hasil pepaduan keduanya adalah sebuah keindahan. Begitu juga ada tiga unsur utama yang menentukan mutu karya seni, yaitu keutuhan, kerumita, dan kekuatan.


This research examines two important elements in balinese traditional music, namely the shape and aesthetic concepts. shape and aesthetic concept will provide an actual musical identity that can be disthijguised from the others. In addition, through the form and specific musical aesthetic concepts, we can know or read the essential elements of the culture of the community owner. Balinese traditional music has two forms, namely the nature architectonic inttelectualistic or absolute and symbolic nature instinctively or relative. Both of these formscan be observed from five things, namely the sound source -instrumentation-, musicality, musical expression and presentation system. Analyze the form and concepts using the theory of aesthetic form with qualitative method aided by qualitative data. The result of this study indicate that the aesthetic concept of the traditional balinese music can be observed that the existence of two opposition forces which must be combined to meet the elements of beauty, such as the concept of lanang-wadon, polos-sangsih, pengumbang-pengisep, pesu-mulih, and mebasang-metundun -asimetric balance- is the balance that is not symmetrical, but the result of a combination of both is a beauty. Likewise, there are three main elements that determine the quality of the artwork, namely integrity, complexity, and strenght.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

#