Penokohan Film Sawung Kampret Karya Dwi Koendoro -Dwi Koen- Dalam Perspektif Strukturalisme

Artikel oleh Dyah Gayatri Puspitasari, ISBI Bandung

Kata kunci: film, adaptasi, penokohan, struktur, relasi

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN I

Relasi:

Dibuat: 25 Februari 2019

Abstraksi

Tulisan ini berisi kajian penokohan film Sawung Kampret yang diadaptasi dari komik ledenda sawung kampret. Kajian ini menarik karena dua hal. pertama, komik dan film adaptasinya diciptakan dan disutradarai oleh orang yang sama, yakni Dwi Koendoro. Kedua, kajian film yang diadaptasi dari komik indonesia merupakan yang pertama. Melalui pendekatan struktural Ferdinand de Saussure, kajian berpusat pada relasi berbagai elemen penokohan yang membentuk keutuhan struktur narasi film. Didapat beberapa temuan menarik dimana unsur kelucuan pada penokohan film sawung kampret direlasikan dengan sejarah, hingga mampu membentuk narasi asosiatif yang mengusung nasionalisme berdasar nilai kemanusiaan, keberagaman etnis dan budaya. Fakta tersebut menunjukan bahwa melalui film sawung kampret, Dwi Koendoro mampu menciptakan perspektif struktur baru dengan melakukan kritik terhadap struktur lama. Pasangan berlawanan -binary opposition- dalam sistem lama coba dipertanyakan. Sebagai hasil akhir maka dapat disimpulkan bahwa film sawung kampret merupakan film parodi sejarah yang sarat akan muatan pesan moral dan nasionalisme.


This research will discus about the characterisation study of sawung kampret movie that was adapted from legenda sawung kampret comics. Besides its distinctive position as the first study of comic adaption movie in indonesia, the most interesting fact is that both comis series and movie adaptation were produced and directed by the creator, Dwi Koendoro. Based on the though of Ferdinnad de Saussure, this study will focus on the relation of various elements in characterisation to contruct a unity of the movie narrative structure. From this analysis, there was an interesting discovery that this comedy related with history, which enclosed the values of humanity and diversity of ethnic and culture. From this fact, Dwi Koendoro has confirmed that he was able to design new structural perspective by criticised the binary opposition in the old system. In conclusion, sawung kampret is a historical parody that also holds of ethical massage and nationalism exicitement.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

#